Jenis-Jenis Jangkrik yang Paling Laku di Pasaran
Ternak jangkrik menjadi salah satu usaha yang menjanjikan karena permintaan pasarnya tinggi, terutama untuk keperluan pakan burung, ikan predator, reptil, hingga bahan pangan berprotein tinggi. Namun, tidak semua jenis jangkrik cocok untuk diternakkan. Ada beberapa jenis jangkrik yang paling laku di pasaran karena mudah dibudidayakan, cepat tumbuh, dan memiliki nilai jual tinggi.
Artikel ini akan membahas secara lengkap jenis-jenis jangkrik yang populer dan memiliki peluang besar di dunia usaha, terutama bagi pemula yang ingin memulai bisnis ternak jangkrik.
Mengapa Jenis Jangkrik Penting untuk Diketahui?
Memahami perbedaan jenis jangkrik sangat penting karena:
Setiap jenis memiliki karakteristik yang berbeda (daya tahan, suara, ukuran)
Tidak semua cocok untuk semua pasar (burung, umpan, konsumsi manusia)
Harga jual per jenis berbeda
Kecepatan pertumbuhan dan siklus hidup bervariasi
Dengan memilih jenis jangkrik yang tepat, kamu bisa mengoptimalkan usaha dan memaksimalkan keuntungan.
1. Jangkrik Alam (Gryllus bimaculatus)
Ciri-ciri:
Ukuran besar, tubuh hitam pekat
Sayap keras dan panjang
Gerakan agresif dan lincah
Kelebihan:
Pertumbuhan cepat, siap panen dalam 30 hari
Tahan terhadap kondisi lingkungan
Populer untuk pakan burung besar dan ikan predator
Kekurangan:
Cenderung kanibal jika kekurangan pakan
Suara tidak terlalu nyaring
Pasar utama:
Pakan burung murai, kacer, cucak ijo
Pakan ikan arwana, louhan, lele jumbo
Jangkrik alam adalah jenis yang paling banyak diternakkan di Indonesia karena adaptif dan mudah dirawat.
2. Jangkrik Kalung (Gryllus testaceus)
Ciri-ciri:
Tubuh lebih kecil dari jangkrik alam
Warna coklat tua atau hitam dengan lingkaran putih di leher
Suara nyaring dan merdu
Kelebihan:
Cocok untuk burung kicau seperti pleci, kenari, dan anis
Daya tahan tubuh baik
Tidak terlalu agresif
Kekurangan:
Ukuran kecil, kurang cocok untuk pakan ikan besar
Masa panen sedikit lebih lama (35–40 hari)
Pasar utama:
Penghobi burung kicau yang membutuhkan jangkrik bersuara keras
Toko pakan burung
Jangkrik kalung banyak dicari karena suaranya yang khas dan merdu, sehingga cocok untuk memancing kicauan burung lomba.
3. Jangkrik Madu (Gryllus mitratus)
Ciri-ciri:
Warna kuning kecoklatan
Ukuran tubuh kecil, halus
Tidak bersayap (betina) atau bersayap pendek (jantan)
Kelebihan:
Lembut dan tidak berbau
Cocok untuk pakan reptil seperti tokek, bunglon, leopard gecko
Disukai anak burung karena tekstur lunak
Kekurangan:
Mudah mati jika kelembaban tidak sesuai
Harga bibit lebih mahal
Pasar utama:
Peternak reptil
Penjual pakan hewan eksotik
Karena teksturnya lembut dan tidak berbau, jangkrik madu sering menjadi pilihan utama untuk pakan hewan kecil dan eksotis.
4. Jangkrik Seliring (Teleogryllus sp.)
Ciri-ciri:
Tubuh ramping, berwarna coklat keabu-abuan
Antena panjang
Gerak lincah dan cepat melompat
Kelebihan:
Daya tahan tinggi
Bisa hidup dalam suhu ruangan ekstrem
Dapat dibudidayakan di ruang terbuka
Kekurangan:
Harga pasar tidak setinggi jenis lain
Kurang diminati sebagai pakan utama
Pasar utama:
Umpan mancing
Bahan dasar pakan ternak
Jangkrik seliring biasa digunakan sebagai umpan ikan air tawar dan cocok untuk peternak yang ingin produk murah meriah.
5. Jangkrik Jerman (Acheta domesticus)
Ciri-ciri:
Ukuran kecil, tubuh ramping
Warna coklat muda atau krem
Suara nyaring dan berirama
Kelebihan:
Populer di Eropa dan Amerika sebagai pakan hewan peliharaan
Kandungan protein tinggi
Bisa dijual dalam bentuk hidup atau kering
Kekurangan:
Belum umum di Indonesia
Butuh perawatan khusus
Pasar utama:
Ekspor ke luar negeri
Konsumen hewan peliharaan eksotik kelas atas
Jangkrik jenis ini berpotensi ekspor, terutama untuk industri makanan hewan dan protein alternatif.
Tabel Perbandingan Jenis Jangkrik
Jenis Jangkrik Ukuran Suara Harga/kg* Pasar Utama
Alam Besar Biasa Rp75.000 Burung, ikan besar
Kalung Sedang Nyaring Rp85.000 Burung kicau
Madu Kecil Tidak ada Rp90.000 Reptil, anakan burung
Seliring Kecil Biasa Rp50.000 Umpan, ternak kecil
Jerman Kecil Nyaring Rp120.000 Ekspor, protein alternatif
*Harga bersifat estimasi dan bervariasi di tiap daerah
Jenis Jangkrik yang Cocok untuk Pemula
Bagi kamu yang baru mulai ternak jangkrik, jenis yang paling direkomendasikan adalah:
Jangkrik Alam (Gryllus bimaculatus)
Karena mudah dirawat, cepat besar, dan permintaan tinggi.
Jangkrik Kalung
Jika kamu menyasar pasar burung kicau dan pet shop.
Keduanya memiliki pasar lokal yang stabil dan lebih mudah untuk dipasarkan.
Jenis Jangkrik untuk Pasar Spesifik
Jika kamu sudah memiliki pasar tetap seperti toko reptil atau peternak burung anak, maka bisa memilih:
Jangkrik Madu → untuk pakan reptil dan bayi burung
Jangkrik Jerman → untuk peluang ekspor atau pasar hewan premium
Tips Memilih Jenis Jangkrik
Tentukan target pasar terlebih dahulu (burung, ikan, reptil, ekspor)
Pelajari karakteristik jangkrik yang kamu pilih
Uji coba ternak 1–2 jenis sebelum memperbesar skala
Konsultasi dengan peternak jangkrik lokal untuk rekomendasi terbaik di daerahmu
Kesimpulan
Tidak semua jangkrik memiliki nilai pasar yang sama. Untuk bisa sukses dalam usaha ternak jangkrik, penting sekali memahami jenis jangkrik yang paling laku di pasaran. Jenis seperti jangkrik alam, kalung, dan madu sangat populer dan mudah dijual. Sementara itu, jangkrik seliring dan jerman punya potensi di pasar niche dan ekspor.
Pilih jenis yang sesuai dengan modal, lokasi, dan target pasar kamu. Dengan jenis jangkrik yang tepat, peluang sukses dalam budidaya ini akan semakin besar.